Sinopsis Oh My Ghost episode 9 - part 2

Sinopsis Oh My Ghost episode 9 - part 2


Setelah minum wine, Sung Jae mengajak Eun Hee jalan-jalan. Eun Hee memberitahu Sung Jae betapa bahagianya dia bertemu dengan teman-teman lamanya yang membuatnya terkenang masa-masa indahnya dulu. 

Tapi Eun Hee menyadari Sung Jae jarang menceritakan tentang dirinya sendiri dan masa lalunya di panti asuhan.

Flashback,
Sung Jae remaja pulang ke rumah dimana kedua orang tuanya sama sekali tidak menyambut kedatangannya karena mereka terlalu asyik menimang bayi mereka yang baru lahir.


Saat dia masuk ke kamar orang tuanya untuk menyetempel buku rapornya, Sung Jae melihat adik bayinya dengan kesal. Ia hendak membunuh adiknya itu tapi ayahnya masuk tepat saat itu juga dan menangkap basah perbuatannya. Jelas saja ayahnya marah besar dan langsung memukulinya dan menendangnya keluar.


Suatu hari, Sung Jae berkelahi dengan seorang remaja lain yang lebih kuat darinya dan tentu saja Sung Jae kalah telak. 

Saat dia dikurung di gudang dalam keadaan lebam dan berdarah, sesosok roh/hantu/bayangan hitam tiba-tiba mendekatinya. (Err... jadi dia dirasuki roh jahat sejak remaja yah? Tapi sebelum dirasuki, dia bukan orang baik juga sih)


Kembali ke masa kini,
Eun Hee mengenang pertemuannya dengan Sung Jae 3 tahun yang lalu. Waktu itu, Eun Hee ingin bunuh diri tapi Sung Jae tiba-tiba muncul mencegahnya.


"3 tahun yang lalu, jika aku tidak bertemu denganmu dan kehilangan hasrat hidup mungkin aku tidak aka berada disini sekarang, iya kan?"

"Mungkin" sahut Sung Jae dengan senyum liciknya

Tapi Eun Hee tidak begitu mengerti dengan apa yang pernah Sung Jae katakan dulu bahwa kita hidup atau mati bukan kita yang menentukannya, apa maksud Sung Jae itu? Apa Sung Jae mengatakan itu hanya untuk memprovokasinya saja? Tapi bagaimanapun juga, Eun Hee sangat menyukainya dan sejak saat itu, dia mulai sering memikirkan Sung Jae.

"Begitu yah"


Sun Woo dan Soon Ae pulang bersama tapi Soon Ae yang masil kesal, menjaga jarak dari Sun Woo. Bahkan saat Sun Woo menoleh padanya, Soon Ae langsung mundur menjauh sambil bertanya ketus apakah jarak sejauh ini sudah sesuai dengan keinginan Sun Woo.

Dia sama sekali tidak mau mendengarkan apapun yang ingin Sun Woo katakan dan terus menyindir dan menyuruh Sun Woo untuk melindungi tubuhnya lalu mengucapkan selamat malam sambil membungkuk dalam-dalam seperti seorang pelayan.

"Kenapa dia bersikap berlebihan seperti itu? Apa kau tahu perasaanku yang sebenarnya?" gerutu Sun Woo


Sesampainya di kamarnya, Sun Woo meminum banyak air putih untuk menenangkan emosinya dan menyemangati dirinya sendiri untuk tetap bertahan.


Soon Ae keluar dari tubuhnya Bong Sun dan langsung mondar-mandir sambil mengeluarkan semua unek-uneknya pada Bong Sun. Dia sama sekali tidak punya waktu untuk menunggu tapi Sun Woo malah membuatnya sangat frustasi. 

Soon Ae heran apa masalahnya, Sun Woo sama sekali tidak kelihatan seperti orang yang kolot dan kuno, sekarang juga bukan jaman Joseon, jadi kenapa mereka tidak langsung melakukannya saja?


Berbeda dengan Soon Ae, Bong Sun malah lebih menyetujui prinsipnya Sun Woo. Baginya, sikap Sun Woo itu adalah salah satu sifat Sun Woo yang sangat menarik, walaupun Sun Woo tampak seperi orang yang gampangan tapi nyatanya tidak sama sekali, justru Sun Woo adalah orang yang sangat serius dan bertanggung jawab

"Kau pikir itu daya tarik? Apa kau memakai kacamata warna bunga-bunga?" protes Soon Ae

Bong Sun heran mendengar keluhannya Soon Ae, apa Soon Ae tidak merasa kalau Sun Woo itu sangat menarik. Soon Ae langsung menyangkalnya dengan canggung, dia beralasan bahwa dia bukannya berpikir kalau Sun Woo tidak menarik hanya saja dia merasa jual mahal itu tidak sopan.


Tiba-tiba mereka mendengar suara Sun Woo yang sepertinya keluar dari kamrnya dan bicara pada err... anjingnya namanya stalker? 

Bong Sun ingin keluar menemuinya tapi Soon Ae yang masih kesal, langsung melarangnya dan meyakinkannya untuk bersikap lebih tegas. 

Bahkan sekalipun Bong Sun sangat ingin menemuinya, Bong Sun harus bisa menahannya. Kalau Bong Sun menyerah maka usaha mereka akan jadi semakin lama.


Bong Sun jadi bingung karena dia ingin sekali melihat Sun Woo, tapi karena Soon Ae terus menerus melarangnya, akhirnya ia hanya bisa mengintip Sun Woo sebentar dari celah pintu kamarnya.


Keesokan harinya. Semua asisten kecuali Min Soo yang belum datang, sedang heboh setelah mendapat pemberitahuan dari medsos, hari ini hari ultahnya Min Soo. Pantas saja kemarin Min Soo mengoceh terus tentang hari ini. 

Mereka semua langsung panik karena Min Soo pasti akan menggila dan mengharapkan hadiah mahal dari mereka. Soon Ae menyarankan sebaiknya mereka mengadakan pesta ultah kecil-kecilan saja tapi yang lain sangat yakin kalau hal itu tidak akan cukup bagi Min Soo.


Dong Chul menyarankan sebaiknya mereka pura-pura tidak tahu saja dan semuanya langsung menyetujui usul itu. 

Min Soo datang tak lama kemudian, ia tampak sangat bahagia dan berusaha memberi berbagai macam petunjuk pada semua orang tentang hari lahirnya bahkan mengajak semua orang untuk makan sup rumput laut nanti siang. 

Min Soo yakin dengan petunjuknya itu, mereka semua pasti akan menyadari hari ini hari ultahnya, dia bahkan menduga kalau semua orang pasti sudah menyiapkan kejutan untuknya. Saat lampu tiba-tiba mati, Min Soo langsung menduga pasti semua orang mau memberinya pesta ultah kejutan.


Betapa kecewanya dia saat dia menyadari tidak ada pesta ultah untuknya bahkan semua orang sepertinya tidak ada yang tahu kalau hari ini hari ultahnya karena mereka malah sibuk membicarakan tentang pemadaman listrik.


Lama kelamaan kekecewaannya berubah jadi kemarahan, mengomeli semua orang karena mereka semua telat kerja lalu menyuruh mereka berbaris di luar untuk menginpeksi penampilan semua orang mulai dari kuku, rambut dan sebagainya. 

Bahkan wajah tampan Seo Joon pun membuat Min Soo makin emosi sampai-sampai dia menyuruh Seo Joon operasi plastik biar jadi jelek.


Setelah Min Soo pergi, semua orang akhirnya menyadari kalau mereka tidak akan bisa melewati hari ini dengan selamat kalau mereka tidak melakukan sesuatu ultahnya Min Soo. 

Seo Joon menyarankan sebaiknya mereka memberikan sabuk kulit yang dia dapatkan secara gratis berkat membeli celana jeans untuk mereka hadiahkan pada Min Soo, sabuk kulitnya itu palsu tapi kelihatan asli.


Min Soo sedang menggerutu kesal seorang diri saat semua orang tiba-tiba muncul mengejutkannya dengan lagu ultah dan kue ultah. Seketika itu pula, Min Soo jadi merasa tidak enak dengan semua kemarahannya tadi. 

Setelah dia meniup lilin ultahnya, sepertinya semua orang langsung menggebukinya dengan sayuran dan buah-buahan, euhm... mereka mengklaim kalau itu hanya gebukan ultah tapi kayaknya mereka memang sengaja balas dendam deh soalnya ngebukinnya keras banget hehe.


Mereka semakin membuat Min Soo tersentuh saat mereka memberinya kado. Walaupun dia pura-pura tidak mengharapkan hadiah, tapi saat dia membuka kadonya, dia langsung bertanya apakah itu hadiah mahal? 

Semua orang langsung terdiam canggung... tapi untunglah Min Soo percaya saja kalau itu barang kulit asli lalu meminta maaf pada semua orang atas semua kemarahannya tadi dan mentraktir semua orang minum-minum nanti malam.


Sun Woo datang belakangan dan karena dia tidak punya hadiah apapun, dia langsung memberikan kartu kreditnya pada Min Soo dan menyuruh Min Soo mentraktir semua orang dengan kartu kreditnya itu. (Wah, bos yang baik). Min Soo pura-pura merasa tidak enak tapi ujung-ujungnya dia terima juga.


Ahjussi Shin dan Kyung Mo baru saja berbelanja bersama. Dalam perjalanan pulang, mereka melewati jembatan sungai tempat Soon Ae tenggelam. 

Ahjussi Shin memberikan sebutir apel di pagar jembatan sebagai sesajen untuk Soon Ae. Ahjussi menatap sungai itu dengan sedih dan mengutuki si pejahat yang membunuh Soon Ae.


Sung Jae kebetulan lewat dan melihat mereka. Seperti biasanya, Sung Jae pura-pura bersikap ramah bahkan menawarkan tumpangan pulang untuk mereka. 

Tapi saat hendak membantu ahjussi Shin membawakan belanjaannya, Sung Jae memperhatikan simpul tali sepatunya ahjussi Shin yang sama persis seperti simpul tali Soon Ae.


Ternyata dulu Soon Ae pernah membantu Sung Jae menyimpulkan tali sepatunya dengan menggunakan metode khusus yang tidak akan membuat tali sepatu mudah terlepas.


Sung Jae langsung mengorek informasi tentang simpul tali sepatunya dan ahjussi pun dengan polosnya memberitahu Sung Jae kalau Bong Sun lah yang menyimpulkan tali sepatunya. Tentu saja semua itu membuat Sung Jae jadi makin mencurigai Bong Sun.


Malam harinya, semua asisten hendak keluar untuk makan malam bersama merayakan ultahnya Min Soo. Mereka hendak mengajak Sun Woo untuk ikut tapi belum sempat Sun Woo menjawab, Soon Ae langsung menyela dan menyemburkan sindirannya lagi.

"Aku sangat yakin dia tidak akan mau ikut. Chef kita ini orang yang sangat konservatif. Sebaiknya kita pergi dan bersenang-senang sendiri"


Saat mereka keluar, Min Soo langsung memuji kehebatan Bong Sun dalam menyindir Sun Woo tadi. 

Dia sangat lega karena Sun Woo tidak ikut karena suasana pesta mereka pasti tidak akan nyaman dengan kehadiran Sun Woo.

"Tidak seharusnya kau mengatakan hal seperti itu saat kau menggunakan kartu kreditnya" sindir Seo Joon


Mereka keluar dari restoran tanpa menyadari kehadiran Sung Jae yang diam-diam memperhatikan Bong Sun dari kejauhan.


Semua asisten berpesta dengan meriah bahkan memesan semua makanan dalam porsi besar karena... kapan lagi mereka akan bisa memakai kartu kreditnya Sun Woo?


Saat semua orang sudah mulai mabuk, mereka baru menyadari Bong Sun menghilang. Seo Joon keluar dan menemukan Bong Sun/Soon Ae sedang mabuk berat didekat sepeda motornya.


Seo Joon tersenyum geli melihat Bong Sun lalu dengan manisnya membantu Bong Sun duduk di kursi. Soon Ae lalu curhat padanya, tentang 'temannya' yang punya pacar. 

Temannya itu sangat liberal sampai menyerang pacarnya duluan sementara pacarnya temannya itu malah sebaliknya dan menolak melakukan itu dengan temannya. Soon Ae tidak mengerti apakah pria tidak suka dengan wanita yang sifatnya terlalu kuat seperti itu?


Seo Joon langsung tersenyum geli karena dia yakin betul kalau kisah itu bukan kisah temannya tapi kisah Bong Sun sendiri "Ada dua kemungkinan. Yang pertama, pria itu tidak ingin melakukannya karena wanita itu kurang cantik. 

Yang kedua, pria itu sangat mencintainya sampai dia memutuskan untuk menunggu tumbuhnya kepercayaan dalam hubungan mereka. Jika yang pertama maka dia cuma pria biasa. Tapi jika yang kedua, berarti dia pria yang cukup baik"

Tapi Soon Ae malah jadi semakin bingung, jadi alasannya yang pertama apa yang kedua? Seo Joon juga tidak tahu, tapi dia yakin pasti alasannya yang kedua "Karena kau lumayan cantik"

"Ah, bukan aku tapi temanku. Teman dekatku"

"Kalau begitu, bilang pada temanmu itu untuk memperbaiki dirinya karena dia akan menyesal kalau sampai kehilangan pria itu"


Seo Joon pura-pura kecewa karena sepertinya belakangan ini Bong Sun sudah tidak pernah lagi memegang tangannya, apa mungkin penyakit jablay yang Bong Sun derita itu sudah sembuh? 

Soon Ae langsung memegang tangan Seo Joon dan menyangkalnya, penyakitnya itu sama sekali belum sembuh.

Setelah puas makan dan minum-minum, mereka melanjutkan pesta mereka ke karaokean dan menggila disana. Paling suka waktu Bong Sun dan Seo Joon duet sambil senderan nyanyi lagu romantis dan Min Soo pura-pura nangis geje heee.


Sun Woo menghabiskan waktunya dengan mengecek blog 'You're My Sunshine' dan heran kenapa sampai sekarang masih belum ada update, apa karena 'Sunshine' sedang sibuk?


Tapi lama kelamaan, dia jadi gelisah karena malam sudah semakin larut tapi Bong Sun masih belum pulang juga. Beberapa kali dia dapat sms pemberitahuan tentang penggunaan kartu kreditnya dan hal itu malah membuatnya makin gelisah karena sepertinya Bong Sun suka sekali menghabiskan waktu bersama sekumpulan pria lain.

Sun Woo menunggu dan terus menunggu... bergulingan di kasur, main bola, main gitar, mondar mandir ga jelas tapi tetap saja Bong Sun tidak pulang-pulang juga.

"Ah, dia benar-benar sudah gila. Sekarang sudah jam 2 pagi, apa saja yang mereka lakukan? Dia melakukan semua ini bukan sengaja untuk balas dendam padaku kan? Kalau iya, kekanak-kanakan sekali dia"


Tiba-tiba dia dapat sms pemberitahuan kartu kreditnya lagi, tapi kali ini sms itu langsung membuatnya panik luar biasa karena kartu kreditnya digunakan di sebuah motel. OMO!.

"Sebentar, Na Bong Sun. Wah, dia sudah gila beneran. Dia pasti sudah tidak waras!"


Dia berusaha menelepon ponselnya Bong Sun tapi tidak diangkat... panik, Sun Woo langsung menelepon Min Soo untuk menanyakan apakah Bong Sun bersama mereka di motel. Sun Woo makin panik saat Min Soo mengiyakannya malah memberitahunya kalau Bong Sun sedang mandi.


Seketika itu pula, Sun Woo lari secepat mungkin ke motel yang dimaksud dan langsung masuk dengan mudah karena pintunya tidak dikunci. Dia melihat semua orang tidur berhamburan dalam satu kamar. Min Soo di lantai dengan celana setengah terbuka, asisten yang lain bergelung bersama di kasur sementara Bong Sun tidur di lantai sendirian.

Sun Woo berusaha membangunkan Soon Ae secara diam-diam tapi Soon Ae malah bersuara keras saking bahagianya melihat Sun Woo. 

Sun Woo langsung menutup mulutnya dengan panik lalu menggendong Bong Sun keluar dari sana dengan hati-hati agar tidak membangunkan semua orang.


Sesampainya di luar hotel, Soon Ae yang masih mabuk berat, terus menerus berteriak-teriak mengajak Sun Woo minum-minum lagi. 

Sun Woo benar-benar frustasi dibuatnya dan akhirnya dia langsung menghentikan aksi Bong Sun dengan menggendongnya sampai ke sebuah toko dimana Sun Woo memaksa Bong Sun untuk minum sebotol air putih sampai dia kekenyangan dan sadar dari mabuknya.


"Apa yang sebenarnya kau pikirkan? Wanita macam apa yang masuk motel dengan sekumpulan pria?"

"Ah, iya iya. Aku tidak seperti chef yang sangat konservatif. Bagi wanita liar sepertiku, motel sudah seperti rumahku sendiri"

"Berhentilah memutar balikkan segalanya!"


Mereka terus memperdebatkan masalah motel yang menurut Soon Ae cuma tempat istirahat lagipula kenapa juga Sun Woo tidak mau ikut kalau dia memang secemas ini. 

Bahkan sekalipun dia menyindir Sun Woo konservatif, bukan berarti dia tidak ingin Sun Woo untuk tidak ikut. Sun Woo saja yang tidak mengerti maksudnya. Lagipula kenapa juga Sun Woo bereaksi berlebihan seperti ini, para pria itu tidak ada yang menganggapnya sebagai wanita.

"Kenapa kau bukan wanita? Kau benar-benar wanita sampai membuatku cemas setengah mati"


Sun Woo yakin Bong Sun pasti tidak tahu apa yang pria pikirkan, pria bisa berubah seketika. Dan jika Bong Sun tidak hati-hati maka dia pasti akan mendapat masalah. 

Karena itulah... "Mulai sekarang kau harus selalu berada disisiku. Jangan pernah meninggalkanku walaupun cuma sesaat. Aku sangat cemas jadi aku akan menempelkanmu padaku seperti permen karet"

"Bukankah kau yang memberitahuku untuk menjauh darimu?" sindir Soon Ae

"Aku tarik kembali kata-kata waktu itu. Mulai sekarang, kau harus menempel padaku apapun yang terjadi"

Soon Ae tentu saja bersedia melakukannya dengan senang hati dan langsung menempel ke Sun Woo seperti permen karet.


Mereka lalu berjalan pulang dengan Soon Ae/Bong Sun melingkarkan tangannya ke tangan Sun Woo sambil bertanya apakah Sun Woo benar-benar tidak ingin melakukannya ataukah cuma menahan diri? Tapi Sun Woo tidak mau menjawabnya.

 

Tiba-tiba Sun Woo berhenti di tengah jalan lalu menggandeng tangan Bong Sun.

"Ayo kita memulainya (hubungan kita) seperti ini, perlahan-lahan, untuk waktu yang sangat-sangat lama, Na Bong Sun"




Bersambung ke episode 10

Comments