Update Sinopsis

Sinopsis Oh My Ghost episode 5 - part 2

Sinopsis Hotel King episode 24 - part 1

Sinopsis Hotel King episode 24 - part 1


Chae Kyung memberikan tiket pesawat dengan tujuan ke Amerika atas nama Jae Wan pada Mo Ne. Chae Kyung tahu kalau Mo Ne sudah mengetahui bahwa Joong Goo adalah ayahnya Jae Wan. Chae Kyung tahu Joong Goo yang selama ini merupakan sponsornya Jae Wan adalah orang yang jahat karena Jae Wan pernah dipukuli hanya karena nilainya turun.

Chae Kyung bahkan pernah menyarankan agar Jae Wan berhenti menerima sponsor dari Joong Goo agar dia tidak dipukuli lagi tapi Jae Wan malah bilang bahwa semua pukulan itu sekarang tidak terasa sakit lagi. Semua pukulan-pukulan itulah pada akhirnya membuat Jae Wan jadi tidak bisa merasakan rasa malu ataupun ataupun hina.


Dan hanya setelah Jae Wan bertemu Mo Ne-lah, dia bisa merasakan rasa malu dan hina. Sejak bertemu Mo Ne pula, pertama kalinya Jae Wan berani melawan Joong Goo. Dan karena itulah, Chae Kyung tidak terlalu mengkhawatirkan Jae Wan lagi. Tapi setelah tahu Joong Goo adalah ayahnya Jae Wan, Chae Kyung yakin bahwa Joong Goo tidak akan pernah melepaskan Jae Wan.

Jae Wan harus melarikan diri dari Joong Goo dan hanya Mo Ne yang bisa membuat Jae Wan melakukannya dan sebagai gantinya, Chae Kyung berjanji akan membantu Mo Ne untuk mendapatkan hotelnya kembali.

"Tolong, lepaskan dia" Chae Kyung memohon


Sementara itu di Ciel sedang terjadi ketegangan antara Jae Wan dan ketua Baek sampai-sampai semua pegawai dan tamu menonton mereka. Tiba-tiba Joong Goo datang untuk memarahi Jae Wan karena bersikap tidak sopan pada ketua Baek.

"Saya minta maaf" ujar Joong Goo pada ketua Baek sambil tersenyum manis "Putraku... memang masih kekanak-kanakan"

Pengumumun Joong Goo bahwa Jae Wan adalah putranya itu langsung membuat semua pegawai kaget terutama ketua Baek.


Loman langsung marah dan mengajak Joong Goo untuk bicara berdua tapi Joong Goo tidak mau. Mo Ne yang juga ikut menyaksikan kejadian ini, langsung menghampiri mereka semua dengan cemas.

Saat Joong Goo melihat ekspresi ketua Baek yang sangat terpanah oleh pengumumannya, dia langsung mengumumkan sekali lagi bahwa Jae Wan adalah anaknya. Joong Goo beralasan bahwa dia tidak memberitahukannya sejak awal karena masalah pribadi.

"Apa itu benar?" tanya ketua Baek pada Jae Wan.

Jae Wan sedari tadi berusaha menahan amarahnya sampai-sampai ia harus mengepalkan tangannya erat-erat. Saat Mo Ne melihat tangannya terkepal, ia langsung menggenggam tangan Jae Wan.

"Masalah itu tidak penting sekarang, ketua" jawab Jae Wan


Joong Goo memaksa Jae Wan untuk memanggilnya ayah tapi Jae Wan berusaha memohon pada Joong Goo untuk berhenti. Ketua Baek berusaha tegar saat ia memerintahkan Joong Goo diseret keluar dari hotel, setelah itu ketua Baek cepat-cepat berbalik pergi.

Reaksi ketua Baek itu membuat Joong Goo senang. Saat sekuriti hendak menyeretnya pergi, Joong Goo langsung protes, berani sekali sekuriti-sekuriti itu bersikap kasar pada ayahnya general manager.


Kejadian ini membuat Mo Ne teringat kembali perkataan Chae Kyung dan permohonan Chae Kyung untuk membuat Jae Wan melarikan diri dari Joong Goo.


Di luar, Joong Goo melihat Jae Wan sedang terduduk sedih. Ia ingin menghampiri Jae Wan, tapi Mo Ne cepat-cepat menghalanginya lalu menyuruhnya pergi dan jangan muncul di hadapan Jae Wan lagi. Joong Goo langsung tertawa geli mendengar omongan Mo Ne.

Ternyata walaupun Mo Ne memakai seragam pelayan, dia masih menyukai Jae Wan. Jika Mo Ne memang sangat menyukainya, seharusnya Mo Ne berusaha sangat keras untuk mengesankan Joong Goo. Tapi Joong Goo tidak yakin kalau Mo Ne bisa menjadi menanti yang baik untuk Joong Goo mengingat Mo Ne orang yang temperamental dan sudah tidak punya uang.


Sebagai ayah, Joong Goo tidak setuju kalau Mo Ne bersama dengan putranya "Jadi kaulah yang harus menjauh darinya"

Mo Ne dengan santainya menjawab bahwa perintah Joong Goo itu akan dia pikirkan setelah dia menyingkirkan Joong Goo dari Ciel dan dari Jae Wan.

"Hei, biarkanlah dia kembali ke nona Chae Kyung" ujar Joong Goo "Apa kau tidak berpikir bahwa sekarang ini Jae Wan pantas untuk hidup dengan nyaman? Membuatnya nyaman dan bahagia, itulah yang namanya cinta"

"Bahkan kata-kata cinta terdengar menjijikkan keluar dari mulutmu"

Mo Ne menyuruh Joong Goo untuk pergi dan jangan pernah menampakkan dirinya lagi dihadapan Jae Wan. Joong Goo tidak mau kalah dan balas memperingatkan Mo Ne untuk tidak bersama Jae Wan lagi atau dia akan membuat Mo Ne kesulitan.


Jae Wan termenung sedih di depan air mancur sampai-sampai Mo Ne harus memercikkan air untuk menarik perhatiannya.

Jae Wan bingung apa yang harus ia lakukan, bagaimana dia harus melihat para pegawai, apakah para pegawai akan menghormatinya sebagai atasan mulai sekarang mengingat ayahnya adalah seorang penjahat dan sebagai anak dialah yang telah menjebloskan ayahnya sendiri kedalam penjara.

"Tentu saja mereka akan menghormatimu. Kau kan monster hotel, Cha Jae Wan" hibur Mo Ne



Para pegawai sedang berkumpul sambil membicarakan betapa kagetnya mereka atas identitas Jae Wan. Noah bertanya-tanya kenapa Jae Wan menyembunyikannya dengan sengaja, apakah dia melakukannya karena bermaksud mengambil alih hotel seperti yang pernah dilakukan ketua Baek.

"Kau tidak boleh bicara seperti itu" ujar Woo Hyun "Kita tidak tahu apapun tentang general manager, tapi kita tahu betapa besar rasa cinta general manager pada hotel ini"



Manager Jang langsung mengomeli Woo Hyun untuk tidak memihak Jae Wan hanya karena Woo Hyun juga pernah melakukan hal yang sama. Walaupun mereka sama-sama menyembunyikan identitas ayah mereka, tapi situasi Jae Wan dan Woo Hyun berbeda. Terungkapnya identitas ayahnya Woo Hyun membuat Woo Hyun beruntung tapi Jae Wan sebaliknya.

Saat pegawai baru datang, Woo Hyun langsung bertanya apakah mereka sudah tahu tentang masalah Jae Wan ini. Tapi mereka juga sama terkejutnya dengan para pegawai yang lain. Saat manager Jang meragukan Jae Wan yang merupakan anak seorang penjahat, para pegawai baru meminta agar mereka semua tidak terlalu mempermasalahkan masalah ini karena biarpun Joong Goo adalah seorang penjahat tapi Jae Wan tidak ada hubungannya dengan kejahatan yang dilakukan Joong Goo.


Loman sedang berjalan dengan buru-buru saat Joong Goo tiba-tiba memanggilnya untuk menggoda Loman "Kelihatannya kau ketakutan karena kau mungkin akan kehilangan ibumu jika anak kandungnya muncul"

Loman sama seperti Joong Goo karena Loman juga menyembunyikan kenyataan bahwa Jae Wan sebenarnya adalah Hyun Woo. Joong Goo yakin Loman sengaja menyembunyikannya agar Loman tidak kehilangan harta warisan ibunya.

Joong Goo yakin kalau ketua Baek pasti akan menyerahkan semua kekayaannya pada putra kandungnya karena ketua Baek sangat merindukan anaknya. Dan saat itu terjadi ketua Baek pasti tidak akan mempedulikan anak angkatnya.

"Kasihan kau, dia tidak akan memaafkanmu jika dia tahu apa yang telah kau sembunyikan darinya" ujar Joong Goo



Joong Goo lalu menyerahkan sebuah amplop pada Loman sambil meyakinkan Loman untuk tidak cemas karena jika Loman menyuruhnya untuk tutup mulut maka dia tidak akan mengatakan apapun pada ketua Baek.

"Percayalah padaku, partnerku" ujar Joong Goo

Loman yang sedari tadi berusaha menahan amarahnya langsung mencekik Joong Goo sambil mengancamnya dengan sebilah pisau. Loman memperingatkan Joong Goo untuk berhati-hati dengannya karena dia tidak sesabar Jae Wan.


Ketua Baek sedang berjalan-jalan mengelilingi hotel dengan sedih saat dia melihat Jae Wan berjalan didepannya. Ketua Baek langsung berkaca-kaca melihat Jae Wan tapi tidak mungkin Jae Wan anaknya karena dia bahkan sudah pernah memeriksa surat keterangan kematian bayinya.


Ketua Baek lalu bertanya kenapa Jae Wan tidak memberitahu kalau Joong Goo adalah ayahnya. Jae Wan menyembunyikan kenyataan itu karena Joong Goo bukanlah seorang ayah yang bisa ia banggakan. Jae Wan heran apakah kenyataan tentang ayah kandungnya ini sangat mengejutkan ketua Baek.

"Apa kau tahu siapa ibu kandungmu?" tanya ketua Baek

"Iya, saya tahu"

"Apa kau yakin kalau ibu yang kau kenal benar-benar ibumu?" tanya ketua Baek

Jae Wan tertawa geli mendengar pertanyaan ketua Baek itu terlebih karena hubungan mereka berdua tidak cukup dekat untuk membicarakan masalah pribadi. Jika ketua Baek sangat penasaran maka sebaiknya ketua Baek mencari tahu sendiri.


Loman yang melihat mereka berdua bicara langsung menghampiri mereka dengan cemas. Saat Loman melihat ekspresi sedih ibunya, ia langsung bertanya apa yang telah Jae Wan lakukan pada ibunya.

"Dia menatapku dan menanyaiku penuh keingintahuan jadi aku menjawabnya"


Setelah Jae Wan pamit pergi, ketua Baek sangat lemas sampai hampir terjatuh. Loman lalu menuntunnya sampai kembali ke kantornya. Setelah sempat ragu untuk menanyakannya, ketua Baek akhirnya bertanya apakah Loman benar-benar melihat Hyun Woo mati.

Loman berbohong kalau dia memang melihat Hyun Woo mati, dia juga melihat sendiri saat Jae Wan ditembak mati dihadapannya bahkan dia menghadiri acara pemakaman Hyun Woo. Ketua Baek menangis saat dia mempercayai ucapan Loman.


Loman lalu memberikan sebuah foto pada ketua Baek, sebuah foto wanita yang ia ambil dari amplop pemberian Joong Goo lalu berbohong bahwa wanita dalam foto itu adalah ibunya Jae Wan yang sudah meninggal 20 tahun yang lalu. Ketua Baek langsung percaya lalu minta maaf pada Loman karena memikirkan hal yang tidak-tidak.

"Sebaiknya kita akhirnya secepatnya agar kita bisa pergi bersama-sama, ibu" ujar Loman

"Baiklah"


Ketua Baek mengadakan rapat dewan direksi karena Ciel gagal mendapatkan pinjaman. Karena sulitnya masalah finansial inilah, ketua Baek mengusulkan agar mereka menjual water park. Para direktur langsung marah-marah pada Jae Wan, apa yang selama ini Jae Wan lakukan untuk mengatasi masalah ini.

Jae Wan mengaku bahwa dia bertanggung jawab atas masalah ini dan karena tidak bisa membuat perencanaan untuk meningkatkan penjualan. Akan tetapi Jae Wan curiga kenapa ketua Baek ingin melikuidasi water park, merenovasi kamar-kamar tamu dan meningkatkan harga kamar.


Ketua Baek membalas keraguan Jae Wan itu dengan sebuah pertanyaan, apakah Jae Wan sedang bicara sebagai general manager yang peduli pada hotel atau sebagai anak dari Lee Joong Goo yang telah menghancurkan hotel ini.

"Itu diluar topik, ketua" ujar Jae Wan

"Tidak, aku sedang membicarakan masalah kepercayaan"

Karena Ciel bukan miliknya seorang, maka ketua Baek akan mengadakan rapat lanjutan agar mereka bisa membahas keputusan ini dengan adil.


Malam harinya, Mo Ne termenung sedih menatap tiket pemberian Chae Kyung untuk Jae Wan. Woo Hyun ingin menghampirinya tapi saat dia melihat Mo Ne bersedih, dia memutuskan untuk pergi.


Sementara itu, Jae Wan sedang membaca daftar para pemegang saham minor Ciel sambil bicara di telepon dengan Soo Ahn. Jae Wan berencana untuk membeli saham-sahamnya para pemegang saham minor tersebut. Soo Ahn berkata bahwa dia sudah hampir menyelesaikan urusannya dan akan kembali besok.


Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk dan tamunya adalah Loman yang sedang mabuk. Loman bertanya apa yang Jae Wan rasakan ketika Jae Wan melihatnya, apa Jae Wan tidak merasakan sesuatu yang spesial saat Jae Wan melihatnya. Loman lalu melanjutkan pertanyaannya dalam hati.

"Kau benar-benar tidak mengenaliku?" tanya Loman dalam hatinya "Kenapa kau tidak pernah mencariku?"

Pertanyaan Loman ini sedih tapi jawaban Jae Wan malah bikin ngakak karena Jae Wan salah paham "Aku tidak peduli tentang pilihanmu (ketertarikan seksualnya Loman) tapi aku tidak tertarik padamu" jawab Jae Wan


Setelah Jae Wan masuk kembali ke rumahnya, Loman meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini bukan salahnya, ini adalah salahnya Jae Wan karena Jae Wan tidak mengenalinya. Jae Wan-lah yang salah karena tidak seharusnya Jae Wan hidup.


Keesokan harinya, Jae Wan pergi ke peternakan untuk menemui ketua peternakan yang tidak mengira kalau dia akan berbisnis lagi dengan Jae Wan. Ketua peternakan penasaran apa yang hendak Jae Wan tanyakan mengingat Jae Wan punya sifat yang keras kepala.


Setelah kembali ke Ciel, para pegawai baru memberitahu Jae Wan bahwa mereka mendapat banyak keluhan dari beberapa pegawai yang khawatir karena mereka tidak mau menentang ketua yang bisa mengakibatkan mereka kehilangan pekerjaan. 

Soo Ahn yang baru saja tiba dari Amerika datang menghampiri mereka dengan senyum senang. Sambil menatap Jae Wan penuh arti, ia berkata bahwa urusannya sudah selesai dengan baik.


Jae Wan dan Soo Ahn lalu bicara berdua di kantornya Jae Wan dimana Soo Ahn memberitahunya sebuah informasi aneh. Soo Ahn menyelidiki latar belakangnya Loman dan dari informasi yang didapatnya ia mengetahui bahwa Loman memiliki hubungan dengan gangster New York dan dana ilegal yang Loman miliki kebanyakan berasal dari gangster New York itu.

"Apa perusahaan Loman di Amerika berhubungan dengan gangster itu?" tanya Jae Wan

Tidak, semua perusahaan yang Loman miliki adalah perusahaan legal tapi transaksinya yang tidak legal. Jae Wan lalu memerintahkan Soo Ahn untuk menyelidiki Loman lebih banyak lagi. Hong Jun tiba-tiba datang untuk memberitahu Jae Wan sebuah kabar buruk.


Di papan pengumuman, tertempel sebuah pengumuman yang berisi foto CCTV saat Jae Wan menarik Mo Ne masuk kedalam kamar tamu kosong, foto itu disertai dengan pengumuman yang mengatakan bahwa gaji Jae Wan dan Mo Ne akan dipotong selama 6 bulan atas kegiatan tercela mereka.


Jae Wan lalu pergi ke kantor ketua Baek untuk bertanya, apakah ketua Baek sedang berusaha untuk menutupi kebenaran dengan rumor palsu.

"Manusia jauh lebih gampangan dari yang kau pikirkan" ujar ketua Baek "Mereka hanya mengetahui apa yang mereka lihat dan hanya mempercayai apa yang mereka inginkan" 

Dengan adanya skandal kotor antara Jae Wan dan Mo Ne ini, ketua Baek yakin kalau para pegawai pasti sudah lupa tentang John Howard. Tapi kali ini sasaran utama skandal kotor ini bukan Jae Wan tapi Mo Ne, karena skandal kotor ini bisa berakibat fatal untuk pegawai perempuan.


Mo Ne yang tidak tahu apa-apa karena belum membaca pengumumannya, bingung sendiri saat para pegawai lain menatapnya dengan aneh. Dan semakin bingung saaat para pelayan yang lain berkata kalau Mo Ne sudah merusak reputasi pelayan dan ketua Baek sudah menerapkan hukuman untuk Jae Wan dan Mo Ne.

"Kenapa?" tanya Mo Ne bingung


"Karena tindakan tercela" jawab manager baru

Si manager baru lalu memberitahu Mo Ne kalau Mo Ne dihukum karena masuk ke kamar kosong di jam kerja karena itulah Mo Ne dihukum. Mo Ne berusaha menjelaskan bahwa dia salah paham. Mo Ne ingin bicara langsung pada ketua, tapi si manager baru cepat-cepat menghentikan Mo Ne.

"Ini adalah tugasku untuk meluruskan pegawai yang bertingkah buruk sepertimu" ujar manager baru

"Kalau begitu saya akan menjelaskannya pada anda. Aku tidak melakukan apapun yang bisa merusak reputasi Ciel" 

Sayangnya, si manager baru tetap tidak percaya dengan Mo Ne dan dengan santainya memberitahu Mo Ne bahwa sebentar lagi akan diadakan acara pertemuan pegawai yang akan dihadiri oleh ketua Baek tapi sebaiknya Mo Ne tidak usah datang.


Ketua Baek dan Loman sedang dalam perjalanan menuju acara pertemuan pegawai saat Loman tiba-tiba mendapat telepon dari perusahaannya. Pegawai perusahaannya memberitahu Loman sebuah kabar buruk karena proyek yang sedang dalam pembangunan mengalami masalah.


Para pegawai sudah menunggu di aula. Dan walaupun tidak diundang, Mo Ne dengan santainya masuk ke aula lalu duduk paling depan.

Ketua Baek naik ke podium dan saat melihat keberadaan Mo Ne, ia langsung bertanya kenapa pegawai yang sedang dalam masa hukuman menghadiri acara pertemuan ini. Si manager baru cepat-cepat menyuruh Mo Ne keluar, tapi Mo Ne tidak mau karena dia tidak melakukan apapun yang membuatnya pantas diberi hukuman.


"Lalu, apakah kau yang diam-diam masuk ke kamar tamu dengan general manager, nona Ah Mo Ne?" tanya ketua Baek

"Benar" jawab Mo Ne

"Ada seseorang yang melihatmu berada di rumah general manager setiap malam, apakah itu benar juga?"

Kali ini Mo Ne terdiam. Diamnya Mo Ne membuat ketua Baek langsung mengatai Mo Ne tidak tahu malu karena Mo Ne telah membuat skandal tercela dengan atasan.


Bersambung ke part 2

Comments