Sinopsis Once Upon a Time... In My Heart Episode 3 - 2

 Sinopsis Once Upon a Time... In My Heart Episode 3 - 2

Tapi kemudian, si tetangga rese itu datang lagi dan langsung melapor kalau dia barusan dari warungnya Ibu dan dia melihat Ayah lagi ngobrol sama para gadis muda di sana. Mereka barusan dari mana? Apa ada sesuatu yang bisa dimakan?


Kesal, Fah langsung nyinyir memberitahu si tetangga bahwa mereka barusan dari kantor polisi. Ibu habis berantem sama tetangga mereka yang mulutnya rese abis, tuh orang suka sekali ngomong hal-hal buruk dan tidak masuk akal sama Ibu.

Ibu geli mendengarnya. "Orang yang suka bicara omong kosong, aku harus memberi mereka pelajaran bahwa mulut tuh seharusnya digunakan untuk makan dan bukannya untuk menggosipkan hal-hal busuk dan membuat masalah bagi orang lain. Iya. kan?"

Canggung, si tetangga akhirnya bergegas kabur. Fah dan Ibu senang. Ayah benar-benar beruntung karena Ibu tidak gampang terpedaya omongan orang. Jika tidak, rumah mereka pasti akan hancur.


Ibu mengaku kalau sebenarnya dia hampir terpengaruh omongan orang. Makanya Ibu pergi mencari bukti agar Ibu tahu apakah Ayah sebenarnya baik atau buruk. Itu lebih baik daripada mendengarkan omongan orang.

Ucapan itu kontan membuat Fah berpikir. Jika orang yang ngomongin Ayah memberitahu Ibu bahwa dia tidak pernah bohong, apa Ibu akan mempercayai orang itu? Tidak, siapapun orangnya, lebih baik mengetahuinya segalanya sendiri.

Ucapan Ibu kontan membuat Fah mulai berubah pikiran... hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengurungkan niatnya untuk mengundurkan diri dari perusahaan.


Dia lalu mengirim pesan pada Chen Ming dan memberitahu kalau dia menolak tawarannya Chen Ming. Jelas saja Chen Ming marah dan langsung membanting ponselnya.

Ramet sedang mem-briefing Daniel tentang konten-konten majalahnya. Tapi Daniel bahkan tidak tertarik sedikitpun dan menegaskan kalau dia hanya tertarik untuk berinvestasi di sini, dia tidak peduli tentang konten majalah mereka.

Tepat saat itu juga, Ramet melihat Fah baru datang yang jelas saja langsung menarik perhatian Daniel. Ramet bergegas keluar menemui Fah dan menanyainya tentang kabar yang mengatakan kalau Fah mau mengundurkan diri, apa itu benar?

"Saya berubah pikiran."

Semua orang senang mendengarnya... termasuk Daniel. Chen Biao diam-diam berbisik menggodanya, dia turut bahagia untuk Daniel.


"P'Ramet akan memberiku kesempatan untuk tetap bekerja di sini, kan?" Tanya Fah.

Tentu saja, Di mana lagi Ramet bisa amenemukan pegawai seperti Fah, dia boleh kembali setiap saat. Daniel langsung ikutan nimbrung, sepertinya Fah seorang pegawai yang hebat dalam pekerjaan, yah?

Nuch membenarkan, Fah sangat hebat. Fah itu seorang pekerja keras, cerdas, enerjik, cepat paham, dan yang paling penting adalah dia tidak pernah bikin masalah. Tapi Fah masih ngambek dan menolak menatap Daniel.

Daniel tiba-tiba berubah pikiran dan menyatakan kalau dia ingin melihat konten-konten mereka... tapi dengan syarat bahwa Fah harus menjadi co-coordinator-nya. Fah kaget mendengarnya. Ramet langsung setuju dengan mudah.

Malam harinya, Chen Biao and the geng mendapati sebuah klub yang sepertinya milik geng White Tiger. Para penjaga menghadang mereka masuk, tapi anak buah Chen Biao dengan mudahnya menghajar mereka.

Tak pelak perang pun pecah begitu Chen Biao masuk. Para gangster itu berusaha menyerangya, tapi Chen Biao berhasil mengalahkan mereka dengan cepat dan mudah. Tapi tiba-tiba, semua orang mengeluarkan pistol mereka dan saling menodong satu sama lain.

Tian Kong dan Daniel baru muncul saat itu. Tian Kong menyambutnya dengan sinis, tuan mudanya sudah menunggu kedatangan Daniel. Dia lalu mengantarkan Daniel masuk menemui Chen Ming.

"Setiap kali kita bertemu, lokasinya selalu berbeda. Kuharap kali ini kau tidak akan membunuhku."

Chen Ming sinis mendengarnya. "Karena aku sudah memikirkannya bahwa kematian terlalu mudah bagi seseorang sepertimu."


"Aku mampir untuk memberitahumu bahwa Fahsai sudah bersedia untuk bekerja padaku."

"Terus ngapain kau datang memberitahuku?"

Karena Chen Ming juga aneh. Biasanya dia bukan orang yang suka memberitahu orang lain tentang masalah pribadinya. Tapi dia malah dengan senang hati memberitahu Fahsa tentang masalah pribadinya.

Daniel tahu betul apa pikiran Chen Ming. Chen Ming ingin dia jatuh cinta pada Fahsai, maka rencananya akan berhasil. Chen Ming sinis, lalu apakah rencananya berhasil atau tidak?

"Itu tidak penting."


Daniel mau pergi, tapi tentu saja Chen Ming tidak melepaskannya begitu saja dan dengan penuh keyakinan menegaskan bahwa dia pasti akan memenangkan permainan ini.

"Ah Ming, jangan libatkan wanita dalam hal ini!"

"Kau membunuh Ling, kekasihnya P'Yai!"

"Bagaimana kalau kau tahu kalau aku yang melakukannya?!"

"Karena kau jahat!"

"Kalau aku jahat, beraarti kau bodoh!"

"Kebodohan yang kulakukan adalah pernah menyebut orang sepertimu sebagai teman!"

Pertengkaran mereka sontak membuat para anak buah mereka di luar langsung saling menodongkan senjata pada satu sama lain. Tapi Daniel tetap tenang menghentikan para anak buahnya sendiri dan menegaskan kalau hari ini dia datang hanya untuk membicarakan tentang Fah dan memohon pada Chen Ming untuk berhenti mempermainkan Fah.

"Memohon semudah ini, tidak menyenangkan. Begini saja, jika kau bisa mengalahkanku, maka aku akan berhenti mempermainkan Fahsai."


Jadilah kedua pimpinan geng itu duel dengan sengit. Dan tanpa mereka sadari, ada orang misterius yang diam-diam merekam pertarungan mereka. Daniel memiting Chen Ming dengan mudah, tapi Chen Ming ngotot tidak mau berhenti mempermainkan Fah, dia akan melakukan segala cara untuk menyakiti Daniel, sama seperti yang Daniel lakukan pada ayah dan kakaknya.

Chen Ming sontak tambah agresif menyerang Daniel. Tapi lagi-lagi, Daniel mengunggulinya dengan cepat. Tapi saat dia melihat wajah Chen Ming yang berdarah, Daniel mendadak tidak tega untuk menghajarnya lagi.


Karena hal itu membuatnya teringat kenangan masa lalu mereka, bagaimana dulu mereka selalu bertarung di pinggir sungai sejak mereka remaja sampai dewasa. Botanlah yang menghentikan mereka, dia bahkan memohon pada Daniel untuk mengalah pada Chen Ming sesekali. Kasihan Chen Ming, dia tidak punya ibu.

Kenangan itulah yang akhirnya membuat Daniel mengurungkan niatnya menghajar Chen Ming lagi. Sebaiknya Chen Ming berhenti saja, Chen Ming tidak akan bisa mengalahkannya.

Tapi saat Daniel mau pergi, Tian Kong malah curang melempar knuckle brass pada Chen Ming. Chen Ming sontak menghajar Daniel pakai alat itu. Dan tak pelak, perang pun pecah antar kedua geng.


Daniel pingsan dan saat dia membuka matanya, dia mendapati dirinya sudah berada di rumah. Chen Biao melapor kalau tadi polisi datang saat mereka bertarung, makanya dia bergegas membawa Daniel pulang.

Tepat saat itu juga, Daniel ditelepon Oliver Pan yang lagi-lagi berusaha meminta Daniel untuk menyerahkan buku hitam itu padanya. Tapi Daniel bersikeras menolak, dia punya alasannya sendiri.

Oliver jelas kesal, dia sudah cukup lama menunggu. Dia butuh buku hitam itu agar dia tahu dengan siapa saja geng White Tiger melakukan bisnis ilegal mereka. Tapi Daniel masih bersikeras menolak. Dia akan memberikan buku hitam itu hanya jika dia sudah siap.


Keesokan harinya di kantor majalah, Fah latihan mempresentasikan materi yang akan dipresentasikannya pada Daniel di hadapan duo biang gosip. Tapi Fah rada canggung dengan isi presentasinya sendiri yang jelas saja membuat duo biang gosip nyinyir dan terus memaksa Fah untuk latihan lagi.


Fai baru datang saat itu dan sontak maju memprotes duo biang gosip, dia tidak terima Fah dibuli sama mereka. Duo biang gosip bealasan kalau mereka sedang melatih Fah dan menilainya bisa atau tidak. Jika dia tidak bisa, maka sebaiknya dia mundur saja. Mereka melakukan ini demi kebaikan perusahaan, presentasi di hadapan klien itu tidak mudah.

Fai sinis. Dia tahu betul apa maunya Nudee. Dia sengaja menekan Fah seperti ini bukan karena dia mencemaskan perusahaan, melainkan karena dia ingin Fah mundur biar dia sendiri bisa menggantikan Fah presentasi di hadapan Daniel.

Fai tantang dia. Jika Daniel tidak mau menerima konsep yang akan Fah presentasikan nanti, maka Nudee boleh melakukan apapun pada Fai.


Tapi Fah kurang setuju dengan sikap Fai tadi, tidak seharusnya dia menantang mereka, bagaimana kalau dia gagal presentasi? Karena itulah Fah harus berhasil, ini kesempatan yang sangat penting bagi Fah untuk membuktikan kalau dia sudah dewasa sekarang dan bukannya anak kecil seperti yang orang lain pikirkan.

"Tapi aku belum pernah bertanggung jawab akan sebuah proyek besar. Biasanya aku cuma membantu menulis artikel, presentasi, dan semacamnya."

"Setiap orang pasti akan mengalami saat pertama. Jika kau bisa meyakinkan P'Ramet akan kepercayaan dirimu, maka mungkin dia akan mengizinkanmu untuk merilis novelmu di majalah kita atau bahkan membiarkanmu memiliki kolommu sendiri seperti yang selama ini kau inginkan."

Saat Fah masih saja ragu, Fai menyemangatinya untuk berjuang keras jika dia tidak ingin semua orang memerintahnya terus. Fai sendiri yang ngasih nasehat itu, tapi ujung-ujungnya Fai sendiri juga main perintah, menyuruh Fah memanggilkan seseorang untuknya. Pfft! Dasar Fai. Parahnya lagi, beberapa orang lainnya juga seenaknya menyuruh-nyuruh Fah melakukan ini dan itu, dan Fah sama sekali tidak sanggup menolak mereka.

Bersambung ke part 3
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.

Comments