Sinopsis Love Me If You Dare episode 20

Sinopsis Love Me If You Dare episode 20

 

Para polisi berusaha melindungi Yao Yao dan Zi Yu dari Xun Ran yang memegang pistol dalam keadaan terhipnotis. DOR! tiba-tiba salah seorang polisi tertembak... tapi yang menembaknya bukan Xun Ran. Beberapa pria bersenjata masuk rumah sakit dan menyerbu mereka.

Dalam suasana yang tengah kacau balau, Zi Yu mendapati recorder yang memainkan musik klasik di dekat kaki Xun Ran. Zi Yu nekat berlari untuk mengambil alat itu tepat saat salah seorang penjahat masuk dan langsung menembak punggungnya, Zi Yu langsung ambruk tapi dia masih punya kekuatan untuk mengambil alat itu dan mematikannya.


Xun Ran menembak si penjahat yang menembak Zi Yu tapi dia masih tampak linglung dan si suster terus menerus meneriakkan perintah pada Xun Ran agar Xun Ran membunuhnya.

Xun Ran mengarahkan pistolnya ke Yao Yao. Yao Yao menangis dan terus berusaha menyadarkan Xun Ran.

Xun Ran tampak mulai sadar. Mungkin karena dia merasa bersalah lalu tiba-tiba dia menembak bahunya sendiri. (seharusnya tembak aja si suster dan antek-anteknya)


Para penjahat berhasil melumpuhkan polisi yang satunya. Xun Ran pun tidak mampu melindungi Yao Yao. Si suster dan para anteknya menembaknya sampai dia ambruk dan Yao Yao berhasil diculik dengan mudah.



Si suster dan si pejahat mau pergi tapi Xun Ran dengan sedikit kekuatan yang dimilikinya, berhasil menembak kaki si suster.

Si penjahat yang menggendong Yao Yao mengacuhkannya dan langsung pergi meninggalkannya. FBI baru datang setelah Yao Yao dibawa pergi dan satu-satunya yang berhasil mereka tangkap hanya si suster.


Tommy menyerahkan video rekaman penyiksaan Jin Yan pada Xie Han. Xie Han menontonnya dengan antusias sambil berkata bahwa rencana utamanya adalah membebaskan Allen karena Allen sama seperti dirinya.

Dia ingin membebaskan Allen agar Allen bisa merasakan perasaan hebat saat membunuh orang. Allen adalah partner in crime yang sempurna. Dan karenanya dia langsung menembak Tommy sampai mati.


Jin Yan diberitahu tentang berita ini saat dia dalam perjalanan kembali ke New York. Setibanya di rumah sakit, dia mendapati ibunya dan bu presdir sudah menunggunya.

Mereka berusaha menghiburnya dan meyakinkannya kalau semua ini terjadi bukan karena kesalahannya. Dokter yang mengoperasi Zi Yu memberitahu mereka bahwa operasinya berjalan lancar.


Susan membawa Jin Yan menemui si suster yang diborgol di ruang rawatnya. Si suster menuntut haknya untuk dibela seorang pengacara tapi Jin Yan memberitahunya kalau pengacara tidak akan bisa membantunya karena dia adalah tersangka penyerangan, penculikan dan pembunuhan dan ada banyak sekali bukti yang memberatkannya.


Mereka menuntut si suster untuk memberitahu mereka tentang kemana Xie Han membawa Yao Yao. Tapi si suster masih bersikeras tidak mau memberitahu apapun dan terus berusaha membela dirinya.

Jin Yan mengingatkannya kalau dia akan tetap jadi tersangka utama kecuali jika mereka berhasil menangkap Xie Han dan karenanya sebaiknya si suster memberitahu mereka dimana Xie Han berada sekarang.

Si suster akhirnya menyerah tapi dia mengaku kalau dia tidak pernah bertemu Xie Han dan dia tidak tahu kemana dia membawa Yao Yao. Satu-satunya yang dia tahu hanyalah informasi tentang sebuah kabin yang berada di sebuah hutan dekat area lahan basah.


Menurut Jin Yan, si suster tidak berbohong. Susan bingung, mereka harus mulai menyelidiki dari mana mengingat ada banyak hutan di luar sana dan ada banyak kabin didalam hutan.

Rekan kerjanya Susan tiba-tiba datang membawa informasi tentang sebuah telepon yang diduga dari si penjahat pada Xie Han tak lama setelah insiden penyerangan. Mereka berhasil melacak lokasi telepon itu dan bisa ditebak lokasinya di daerah lahan basah.


Yao Yao memimpikan insiden penyerangan waktu itu sebelum akhirnya dia terbangun dan mendapati dirinya terbaring dibawah mesin pembunuh. Mesin pembunuh itu tiba-tiba terjatuh ke arahnya... dan Yao Yao terbangun dari mimpinya.


Yao Yao mndapati dirinya tertidur di sebuah kasur putih dan memakai gaun warna putih (siapa yang gantiin bajunya yah? Xie Han?). Dia ingin bangun tapi entah kenapa dia merasa kakinya tidak bisa bergerak.


Xie Han datang tak lama kemudian lalu mengajak Yao Yao makan. Awalnya Yao Yao ketakutan tapi kemudian dia mulai menenangkan dirinya dan menuruti ajakan makan Xie Han. Xie Han lalu menggendongnya ke meja makan.


Tim polisi, FBI dan Jin Yan menyerbu lokasi yang diduga markasnya Xie Han. Tapi sesampainya disana, Xie Han sudah tidak ada dan satu-satunya yang mereka temukan hanya mayat Tommy.

 

Diatas mayat Tommy, Xie Han meninggalkan sebatang tulip hitam yang didalamnya ada sebuah pesan untuk Jin Yan. Kali ini pesannya ditulis dalam bentuk puisi yang intinya Jin Yan akan kesulitan untuk mencari tahu dimana dia menyekap Yao Yao.


Salah seorang polisi heran, kenapa Xie Han menghabiskan banyak upaya untuk membebaskan Tommy dari penjara kalau pada akhirnya hanya untuk dibunuh seperti ini saja.

Susan menduga mungkin karena Tommy memiliki sesuatu yang diinginkan Xie Han. Jin Yan tahu apa yang Xie Han inginkan (video rekamannya) tapi dia langsung pergi tanpa memberitahu apapun pada Susan.


Susan langsung mengejarnya dan menuntut Jin Yan untuk memberitahunya tapi Jin Yan tetap bersikeras untuk tutup mulut. Karena walaupun dia bisa mempercayai Susan dan timnya tapi dia tidak yakin kalau timnya Susan akan mempercayainya.


Xie Han memotongkan steak untuk Yao Yao. Xie Han memberitahunya kalau steak itu dibuat oleh chef hotel Hilton... makanan yang dulu sangat disukai Tommy. HAH? iiiihh, itu daging manusia? Yao Yao langsung mual dan berhenti makan.


Karena Yao Yao sudah selesai makan, Xie Han langsung mengeluarkan beberapa cairan warna-warni dan alat suntik.


Jin Yan melihat Zi Yu yang sampai sekarang masih belum sadarkan diri. Susan datang untuk meminta maaf. Dia menyadari saat ini bukan waktu yang tepat mengingat situasi yang Jin Yan hadapi sekarang. Tapi bagaimanapun, Ji Yan harus memberitahu segala informasi tentang Tommy.

"Apa yang ingin kau ketahui?"

"Allen... aku ingin tahu tentang Allen. Aku tahu kau merasa Xie Han akan mempercepat aksinya. Bagaimana aku bisa membuat keputusan yang tepat jika aku tidak mengetahui semua informasinya?"

Jin Yan mengaku kalau dia memang sudah tahu apa tujuan utama Xie Han "Kurasa sebentar lagi dia akan melakukan rencana berikutnya. Saat itu terjadi, jika kau masih sudi untuk mempercayaiku, maka carilah aku. Akan kuberitahu tentang apa yang sebenarnya kupikirkan"


Yao Yao terbangun dan mendapati dirinya terbaring di sebuah kamar lain. Kali ini dia bisa bergerak dan turun dari kasurnya. Saat dia keluar, dia melihat Jin Yan berdiri membelakanginya menghadap jendela.

Dia berusaha memanggil Jin Yan tapi Jin Yan tetap diam membelakanginya. Yao Yao menyentuhnya dan Jin Yan pun berbalik. Yao Yao langsung kaget karena pria itu ternyata Xie Han... dan tiba-tiba dia tersentak bangun di sebuah penjara bawah tanah.


Yao Yao mendapati dirinya terduduk di sebuah kursi dan didepannya ada sebuah TV yang memberitakan tentang pembantaian massal. Xie Han tiba-tiba datang dan langsung mengunci pintu penjaranya.

Xie Han berkata kalau dia sebenarnya kesal karena Tommy jauh lebih terkenal darinya, semua orang tahunya Tommy. Tapi mulai sekarang, semuanya akan berbeda. Semua orang akan mengenalnya.

Dia lalu mengeluarkan sebuah flashdisk dan memamerkannya didepan Yao Yao yang masih berusaha untuk tetap tenang. Lama-lama Xie Han jadi kesal dengan sikap tenang Yao Yao.

Dengan kesal, dia mengingatkan Yao Yao kalau Jin Yan tidak akan datang menyelamatkannya, Jin Yan tidak akan menang melawannya. Dia lalu mengambil sebuah cambuk dan langsung mencambuk Yao Yao... yang langsung tersentak bangun. Kali ini bangun beneran.


Dia mendapati dirinya masih terbaring di kasur yang tadi dan masih memakai gaun putih. Dia melihat Xie Han duduk disampingnya dan mengamatinya. Xie Han berkata kalau dia tidak menyangka Yao Yao akan bereaksi secepat dan se-intens ini padahal ini pertama kalinya Yao Yao menggunakan obat ini. Yao Yao tiba-tiba menggigit bibirnya sendiri sampai berdarah (errr... aku ga ngerti tujuannya apa, mungkin untuk menyadarkan dirinya sendiri dari pengaruh obat)

"Kau sangat penting bagi Simon. Aku yakin saat ini dia pasti merasa sangat sedih, sangat putus asa. Tapi mulai sekarang, aku tidak akan memberinya kesempatan untuk menarik nafas. Semua yang dia pedulikan, wanita, reputasi, kepercayaan. Aku akan menghancurkan semuanya perlahan-lahan. Karena hanya jika Simon hancur, aku bisa mendapatkan apa yang kuinginkan"


Susan mendapat kiriman berisi sebuah flashdisk. Kiriman itu dari Xie Han dan flashdisknya berisi video rekaman saat Jin Yan disekap dan disiksa Tommy. Dalam video itu, Jin Yan berkata pada Tommy kalau dia bukan Simon tapi Allen, seorang pembunuh yang telah membunuh banyak orang lebih daripada yang pernah Tommy bunuh.

Jin Yan berkata jika Tommy bisa menghancurkan Simon dan membuatnya bisa menguasai tubuh Simon sepenuhnya maka dia mau bergabung sama Tommy. Susan tercengang.


Selain Susan, Xie Han juga mempertontonkan rekaman video itu untuk Yao Yao. Xie Han memberitahu Yao Yao bahwa Jin Yan sebenarnya punya dua kepribadian yang masing-masing memiliki ingatan yang berbeda. Simon tidak ingat bagaimana ayahnya mati karena yang mengingatnya adalah Allen.

"Dia pasti tidak pernah memberitahumu tentang pengalamannya selama dia disekap bukan? Didalam hati Simon, dia tidak sanggup mengingat kenangan itu kembali. Dia tidak sekuat yang kau kira, makanya kepribadiannya terpecah. Bukankah kau sudah sering melihatnya tidak bisa tidur malam? Dan hanya mondar-mandir keliling kamar sendirian? Itu Allen. Dia hanya menyembunyikan dirinya sendiri agar Simon tidak bisa menemukannya"


Xie Han lalu mengajak Yao Yao makan steak lagi dan kali ini Yao Yao tidak mau makan. Tapi tiba-tiba Xie Han membanting makanannya dengan penuh amarah dan berkata kalau Tommy itu bodoh. Pembunuh bego yang bisanya cuma membunuh. Allen pernah ada dalam genggamannya tapi dia tidak menyadari betapa berharganya Allen yang hidup dalam tubuh Simon.


Susan didatangi seorang pria bernama Mr. Evans dari kementerian urusan dalam negeri. Dia datang sehubungan dengan video rekaman Jin Yan yang dikirim Xie Han.

Gara-gara video itu, Mr. Evans mencurigai Jin Yan tapi Susan percaya pada Jin Yan dan karenanya dia berusaha membela Jin Yan. Mr. Evans tetap bersikeras menuntut Susan untuk memanggil Jin Yan dan menginterogasinya, Mr. Evans bahkan mengancam akan mengambil alih kasus ini dari Susan jika Susan menolak. Susan tetap bersikeras menolak dan mengingatkan Mr. Evans kalau Mr. Evans datang tanpa surat izin.


Zi Yu akhirnya terbangun setelah tak sadarkan diri selama 3 hari. Dia langsung menanyakan Yao Yao. Jin Yan pun memberitahunya kalau Yao Yao diculik Xie Han.


Jin Yan menggendong Yao Yao ke sofa dan lagi-lagi memperlihatkan video saat Jin Yan jadi Allen dan menggila. Di markas FBI, Susan pun menonton video rekaman yang sama.


Masih ingat dengan ucapan Jin Yan di bagian opening episode 1?... "Dengar! Aku sudah lelah memainkan permainan tak berarti ini. Membosankan! Kekanak-kanakan! 'Dia' hanya ingin mengontrolku. F***, f***, f***"

'Dia' yang Allen maksud adalah Simon yang terus berusaha untuk mengambil alih. Allen bersumpah suatu hari nanti, dia pasti akan membunuh Simon dan mengambil alih sepenuhnya.



Bersambung ke episode 21
Disclaimer: Gambar dan video artikel pada website ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.

Comments